Laba Bersih FKS Food (AISA) di 2025 Naik 28,29%, Defisit Tetap Tinggi Rp2,73 Triliun

aisa
PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) membukukan laba bersih sebesar Rp89,13 miliar atau meningkat 28,29 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp69,47 miliar, mencerminkan net profit margin sebesar 4,55 persen.

Berdasarkan laporan keuangan AISA untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan BEI di Jakarta, Rabu (18/2), emiten di bawah kendali PT Pangan Sejahtera Investama ini mencatatkan penjualan Rp1,96 triliun atau bertumbuh terbatas 1,95 persen dari Rp1,92 triliun pada 2024, dengan tingkat asset turnover sebanyak 0,94 kali.

Di tengah pertumbuhan penjualan tersebut, beban pokok penjualan di 2025 justru berhasil ditekan 1,47 persen (year-on-year) menjadi Rp1,2 triliun, sehingga laba bruto pada tahun lalu melompat 7,8 persen menjadi Rp762,87 miliar dari Rp707,7 miliar di 2024. Posisi ini setara gross profit margin sebesar 38,93 persen dan rasio beban pokok terhadap penjualan sebesar 61,22 persen.

Laba usaha FKS Food untuk Tahun Buku 2025 tercatat Rp131,56 miliar atau menurun 2 persen (y-o-y), sedangkan laba sebelum pajak penghasilan merosot 2,59 persen menjadi Rp108,88 miliar dari Rp111,77 miliar pada Tahun Buku 2024. Laba usaha tersebut mencerminkan operating margin sebesar 6,71 persen dan margin sebelum pajak 5,56 persen.

Akibat ada penurunan beban pajak di 2025 sebesar 53,3 persen (y-o-y) menjadi Rp19,74 miliar, maka laba tahun berjalan AISA meningkat 28,28 persen (y-o-y) menjadi Rp89,13 miliar. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 sebsar Rp89,13 miliar atau meningkat 28,29 persen dibandingkan laba bersih 2024.

Dengan demikian, defisit FKS Food per 31 Desember 2025 menjadi Rp2,73 triliun atau bisa ditekan 4,08 persen dibandingan per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp2,84 triliun. Hingga akhir 2025, ekuitas tercatat Rp1,14 triliun atau bertumbuh 9,36 persen dari Rp1,05 triliun pada akhir 2024, dengan porsi ekuitas setara 54,55 persen dan menghasilkan Return on Equity (ROE) 7,82 persen.

Total liabilitas hingga akhir Desember 2025 sebesar Rp945,87 miliar atau membengkak 3,03 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp720,65 miliar. Jumlah liabilitas ini setara debt to equity ratio (DER) 0,83 kali dan debt to assets ratio sebesar 45,25 persen, dengan proporsi liabilitas jangka pendek mencapai 76,2 persen.

Per 31 Desember 2025, total aset tercatat Rp2,09 triliun atau mengalami kenaikan 6,4 persen (y-o-y), namun jumlah kas dan setara kas hingga akhir tahun terpantau melorot 40,15 persen menjadi Rp133,37 miliar dari posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp222,85 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top