Cari Dana Transaksi Repo, Sekuritas Boy Thohir Tawarkan Surat Utang Rp250 Miliar

boy thohir
Garibaldi “Boy” Thohir – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berencana menerbitkan dan menawarkan surat utang sebesar Rp250 miliar, yang perolehan dananya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan transaksi repurchase agreement (repo)

Berdasarkan Prospektus Ringkas TRIM yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (18/2), emiten milik pengusaha Garibaldi “Boy” Thohir ini akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV-2026 dengan jumlah pokok Rp250 miliar.

Sekadar mengingatkan, TRIM menargetkan total penghimpunan dana dari program PUB atas Obligasi Berkelanjutan II mencapai Rp2 triliun. Sebelumnya, broker ini telah mendistribusikan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I, Tahap II dan Tahap III masing-masing sebesar Rp700 miliar, Rp500 miliar dan Rp550 miliar.

Terkait rencana penawaran Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV-2026 sebesar 250 miliar, sebesar Rp50 miliar akan dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan sebesar Rp200 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort).

Untuk surat utang sebesar Rp50 miliar akan terbagi lagi menjadi dua seri, yakni Seri A senilai Rp31 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 7,75 persen per tahun dan Seri B senilai Rp19 miliar bertenor tujuh tahun dengan tingkat bunga 8,5 persen per tahun.

Sementara itu, sisa dari pokok obligasi sebesar Rp200 miliar juga akan terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar Rp153 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 7,75 persen per tahun dan Seri B senilai Rp47 miliar bertenor tujuh tahun dengan tingkat bunga mencapai 8,5 persen per tahun.

Patut dicatat, surat utang TRIM ini memiliki peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pada aksi korporasi ini, Trimegah Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atas obligasi yang ditawarkannya dan didampingi PT Sinarmas Sekuritas.

Masa penawaran umum obligasi berlangsung pada 2-3 Maret 2026, penjatahan pada 4 Maret 2026, pendistribusian obligasi secara elektronik pada 6 Maret 2026 dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diagendakan pada 9 Maret 2026.

Rencananya, dana yang diperoleh dari penawaran obligasi —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja TRIM, yaitu pembiayaan repo perseroan. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top