
RollingStock.ID – PT Indospring Tbk (INDS) mulai mengakselerasi ekspansi ekspor sebagai poros strategis pengembangan lini bisnis fastener (U-Bolt) yang efektif beroperasi secara komersial sejak 2025. Inisiatif ini menandai reposisi perseroan menuju penguatan basis pendapatan global, sekaligus memperdalam diversifikasi pasar di tengah dinamika industri komponen otomotif yang semakin kompetitif.
Menurut Direktur Indospring, Bob Budiono, pada fase awal, perseroan tetap memprioritaskan penetrasi segmen aftermarket domestik, sembari menyiapkan landasan ekspansi internasional dan membuka opsi investasi lanjutan pada fastener non-otomotif guna memperluas spektrum usaha dan memitigasi konsentrasi risiko.
“Tahun ini fokus kami masih aftermarket. Namun, kami juga menyiapkan opsi ekspansi ke fastener non-otomotif. Targetnya, Indospring bisa masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/2).
Seiring kapasitas produksi pabrik fastener yang telah beroperasi penuh dan mencapai stabilitas operasional, INDS mulai mengarahkan strategi komersial pada optimalisasi pasar ekspor sebagai katalis pertumbuhan. Langkah ini melengkapi portofolio bisnis Indospring yang sebelumnya ditopang pegas daun, pegas keong dan komponen sistem pengereman.
Pada tahun ini, emiten di bawah kendali PT Indoprima Gemilang ini membidik ekspansi ekspor ke kawasan Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab dan Uzbekistan, serta Amerika Serikat. Pemilihan kawasan ini didasari kesesuaian spesifikasi kendaraan dengan pasar domestik Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang dengan model dan standar teknis serupa.
“Karakteristik pasar Timur Tengah dan Asia Tengah memberikan peluang pertumbuhan yang menarik, sejalan dengan strategi INDS dalam memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik,” papar Bob.
Bob meyakini, ekspansi ini akan meningkatkan kontribusi lini fastener terhadap kinerja keuangan dalam horizon menengah hingga panjang, melalui ekspansi volume penjualan dan diversifikasi eksposur geografis. Hingga Kuartal III-2025, INDS membukukan penjualan Rp2,46 triliun, sekaligus mencerminkan permintaan yang tetap resilien baik dari pasar domestik maupun internasional.
Manajemen INDS juga mengutip data Gaikindo yang memproyeksikan penjualan mobil nasional pada 2026 mencapai 850.000 unit atau meningkat 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 803.687 unit. Prospek tersebut dipandang akan memperkuat permintaan komponen kendaraan, sekaligus memberikan landasan fundamental bagi strategi ekspansi ekspor yang tengah dijalankan Indospring.
Dengan aksentuasi pada penetrasi Timur Tengah dan AS, penguatan kapabilitas produksi domestic dan diversifikasi portofolio, ungkap Bob, Indospring berupaya mengonsolidasikan posisinya sebagai pemain komponen otomotif yang berorientasi global dan berdaya saing tinggi. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
