
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) hanya membukukan laba bersih Rp1,54 triliun atau melorot 14,68 persen dibandingkan capaian di 2024 sebesar Rp1,81 triliun. Penurunan ini mencerminkan tekanan pada profitabilitas, meski omzet secara tahun bisa bertumbuh.
Berdasarkan laporan keuangan ADMF untuk periode berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) ini mencatatkan pendapatan Rp12,13 triliun atau bertumbuh 2,89 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp11,79 triliun. Maka, margin laba bersih menjadi 12,74 persen atau merosot dari 15,37 persen pada 2024 alias terjadi penyusutan margin profitabilitas.
Di tengah penurunan terbatas pada omzet di 2025, total beban ADMF justru membengkak 6,72 persen (year-on-year) menjadi Rp10,14 triliun, sehingga laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp1,99 triliun atau terperosok 13 persen (y-o-y). Margin laba sebelum pajak terhadap pendapatan di level 16,39 persen atau menurun dari 19,4 persen pada 2024.
Dengan adanya beban pajak penghasilan untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp443,91 miliar, maka laba bersih tahun berjalan yang dicatatkan Adira Finance menjadi Rp1,54 triliun atau melorot 14,68 persen (y-o-y). Realisasi ini mencerminkan adanya kombinasi peningkatan beban dan tekanan pada laba operasional.
Pada sisi balance sheet, per 31 Desember 2025 jumlah ekuitas ADMF tercatat Rp15,03 triliun atau bertumbuh 3,33 persen dibandingkan Rp14,55 triliun pada akhir 2024. Adapun return on equity (RoE) menjadi sebesar 10,28 persen atau merosot dari 12,44 persen pada akhir tahun sebelumnya.
Sementara itu, total liabilitas hingga akhir 2025 sebesar Rp23,50 triliun atau membengkak 1,57 persen (y-o-y), yang didominasi utang obligasi (neto) sebesar Rp8,41 triliun dan pinjaman dari pihak ketiga sebesar Rp4,55 triliun. Rasio liabilitas terhadap ekuitas berada di posisi 1,56 kali.
Per 31 Desember 2025, total aset ADMF mencapai Rp38,53 triliun atau meningkat 0,41 persen (y-o-y) dan return on assets (RoA) menjadi 4,01 persen. Kas dan setara kas hingga akhir 2025 tersisa Rp77,88 miliar atau anjlok 48,77 persen dibandingkan posisi di akhir 2024 sebesar Rp152,01 miliar pada akhir 2024. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
