
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) hanya membukukan laba bersih Rp63,21 miliar atau anjlok 73,87 persen dibandingkan dengan capaian di 2024 sebesar Rp241,84 miliar, lantaran dipicu merosotnya keuntungan dari kenaikan nilai wajar properti investasi.
Berdasarkan laporan keuangan MMLP untuk periode berakhir 31 Desember 2025, emiten milik PT Astra International Tbk (ASII) melalui PT Saka Industrial Arjaya ini mencatatkan pendapatan Rp355,66 miliar atau bertumbuh 3,6 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 sebesar Rp343,32 miliar.
Seiring dengan pertumbuhan omzet tersebut, total beban di 2025 meningkat 8,96 persen (year-on-year) menjadi Rp150,92 miliar, terutama dipengaruhi kenaikan provisi atas penurunan nilai piutang, serta beban gaji dan tunjangan. Maka, laba usaha di 2025 menjadi Rp204,73 miliar atau menurun 0,04 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Desember 2025, MMLP mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp69,59 miliar atau ambles 72,43 persen (y-o-y). Penyebab utama penurunan tajam ini diakibatkan merosotnya kenaikan nilai wajar properti investasi di 2025 menjadi Rp23,66 miliar, padahal di 2024 mencapai Rp200,25 miliar.
Pada 2025, MMLP mencatatkan manfaat pajak penghasilan Rp1,14 miliar, sehingga laba tahun berjalan menjadi Rp70,73 miliar atau terperosok 71,76 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 sebesar Rp250,49 miliar. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 senilai Rp63,21 miliar alias anjlok 73,87 persen.
Pada sisi balance sheet, per 31 Desember 2025 total ekuitas MMLP sebesar Rp4,79 triliun (Rp4,788 triliun) atau relatif stabil dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp4,793 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas tercatat Rp1,83 triliun atau membengkak 7,49 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total aset emiten pengembang dan operator real estate ini mencapai Rp6,62 triliun atau meningkat 1,89 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp150,43 miliar atau melesat 52,96 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp98,34 miliar. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
