
RollingStock.ID – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) berencana melakukan pinjaman sebesar Rp31 miliar, yang dananya akan dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi (IT).
Berdasarkan surat CASH kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 23 Februari 2026, emiten pemilik brand cashUP ini berencana melakukan transaksi material dan afiliasi berupa pinjaman dana sebesar Rp31 miliar dari PT Bara Alam Utama.
Manajemen CASH menyebutkan, nilai transaksi tersebut melebihi 20 persen dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material. Sementara itu, cashUP dan Bara Alam Utama dinyatakan sebagai pihak terafiliasi, karena Andri Wijono Sutiono sebagai Presiden Direktur Bara Alam Utama merupakan pengendali CASH.
Rencananya, utang tersebut akan digunakan dalam pengembangan infrastruktur IT yang mencakup pembelian hardware dan software, pembelian perangkat Electronic Data Capture (EDC), serta kebutuhan modal kerja CASH. Manajemen menyatakan, rencana transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan.
Sekadar informasi, pada Tahun Buku 2025 perseroan menderita rugi bersih Rp68,12 miliar atau melonjak 101,96 persen (year-on-year). Akibatnya, per 31 Desember 2025 total defisit CASH membengkak 52,7 persen (y-o-y) menjadi Rp197,38 miliar, dengan jumlah ekuitas senilai Rp62,03 miliar atau melorot 48,79 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
