
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan laba bersih Rp1,66 triliun atau melonjak 48,52 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp1,12 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan BNII untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (25/2), pendapatan bunga dan syariah neto (NII) mencapai Rp7,22 triliun atau bertumbuh 1,64 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp7,11 triliun.
Pada periode Januari-Desember 2025, jumlah pendapatan operasional lainnya tercatat Rp2,33 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp2,15 triliun. Pertumbuhan ini terutama berasal dari kenaikan keuntungan transaksi dan penjualan Efek.
Jumlah beban operasional lainnya di sepanjang 2025 sebesar Rp7,43 triliun atau merosot 3,2 persen (year-on-year), terutama dikarenakan ada perbaikan efisiensi dan penurunan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai CKPN. Dengan demikian, beban operasional lainnya (neto) tercatat Rp5,1 triliun atau membaik 7,57 persen dari Rp5,52 triliun pada Tahun Buku 2024.
Laba operasional (neto) yang dicatatkan BNII di 2025 sebesar Rp2,12 triliun atau melambung 33,75 persen dibandingkan Rp1,59 triliun pada 2024. Pendapatan non-operasional (neto) di 2025 mencapai atau melesat 755,35 persen menjadi Rp99,85 miliar dari Rp11,67 miliar di 2024.
Sementara itu, laba sebelum beban pajak Maybank di periode Januari-Desember 2025 tercatat Rp2,22 triliun atau melompat 38,9 persen dibandingkan dengan laba sebelum beban pajak di periode yang sama 2024 sebesar Rp1,6 triliun.
Dengan adanya beban pajak (neto) di 2025 sebesar Rp520,6 miliar, maka laba tahun berjalan BNII menjadi Rp1,7 triliun atau melambung 42 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tanun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 sebesar Rp1,66 triliun atau melonjak 48,52 persen dibandingkan dengan laba bersih di 2024 senilai Rp1,12 triliun.
Pada sisi balance sheet, per 31 Desember 2025 jumlah ekuitas bank miliki Sorak Financial Holdings Pte Ltd dan Maybank Offshore Corporate Services ini tercatat Rp33,08 triliun atau bertumbuh 6,01 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp31,21 triliun.
Hingga akhir 2025, total liabilitas tercatat sebesar Rp160,63 triliun atau menurun 3,22 persen dari Rp165,97 triliun pada akhir 2024, sejalan dengan penurunan beberapa instrumen pendanaan. Simpanan nasabah per 31 Desember 2025 tercatat Rp116,19 triliun atau menurun 2,36 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total aset Maybank sebesar Rp193,72 triliun atau lebih rendah 1,76 persen dari Rp197,18 triliun per 31 Desember 2024. Adapun kredit yang diberikan dan piutang atau pembiayaan syariah (neto) per akhir 2025 tercatat Rp113,15 triliun atau menurun 2,87 persen dibandingkan Rp116,49 triliun pada akhir 2024. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
