
RollingStock.ID – Emiten milik pengusaha Hapsoro “Happy” Sukmonohadi, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PM-HMETD II) alias rights issue sebanyak-banyaknya 50 miliar saham.
Berdasarkan keterangan resmi BUVA yang diterbitkan 24 Februari 2026, emiten di bawah kendali PT Nusantara Utama Investama ini akan menerbitkan maksimal 50 miliar saham baru bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 203,11 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Berdasarkan proforma struktur permodalan dengan asumsi seluruh pemegang saham melaksanakan haknya, maka modal ditempatkan dan disetor penuh BUVA akan meningkat dari 24.617.054.642 saham menjadi 74.617.054.642 saham. Sementara itu, saham dalam portepel akan berkurang dari 50.382.945.358 lembar menjadi 382.945.358 lembar.
Manajemen BUVA menyatakan, pelaksanaan rights issue harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Adapun jangka waktu antara persetujuan RUPS LB sehubungan dengan PM-HMETD II hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
Lebih lanjut manajemen mengungkapkan, pelaksanaan rights issue bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga bisa memberikan tambahan dana guna mendukung kinerja BUVA. Apabila pemegang saham tidak melaksanakan haknya, maka kepemilikannya akan mengalami dilusi maksimum 67,01 persen dari total kepemilikan.
Seluruh dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya emisi— akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian lahan, pengembangan aset dan usaha perseroan. Selain itu, untuk pengambilalihan perusahaan yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan usaha dan pertumbuhan anorganik, serta untuk pembayaran utang BUVA dan anak usaha.
Untuk mendapatkan persetujuan atas rencana rights issue tersebut, BUVA akan menyelenggarakan RUPS LB pada 26 Februari 2026. Daftar pemegang saham yang berhak memberikan suara ditetapkan pada 3 Februari 2026, dengan pemanggilan RUPS LB pada 4 Februari 2026. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
