
RollingStock.ID – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk berencana menjual saham hasil buyback (saham treasuri) mencapai 1,7 miliar, sejalan dengan semangat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mendorong batas minimum free float sebesar 15 persen.
Berdasarkan keterangan resmi CNMA yang dterbitkan di Jakarta, Kamis (26/2), emiten pengelola bioskop Cinema XXI ini akan mendistribusikan saham treasuri sebanyak 1.698.015.400 lembar kepada para pemegang saham secara proporsional.
Sekadar mengingatkan, CNMA menggelar program buyback saham selama kurun 24 Maret 2025-24 Maret 2026. Namun pelaksanaan pembelian kembali ini dihentikan berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi mengenai penghentian pelaksanaan buyback saham tertanggal 18 Februari 2026.
Sebelum merealisasikan rencana pengalihan saham treasuri, manajemen CNMA menyampaikan bahwa perseroan akan terlebih dahulu meminta persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) yang akan diselenggarakan pada 6 April 2026.
Rencananya, pendistribusian saham treasuri kepada para pemegang saham memiliki rasio 1:50 atau setiap 50 saham lama berhak untuk membeli satu saham treasuri. Pembagian dilakukan dengan pembulatan ke bawah dan CNMA tidak membagikan saham atas kepemilikan yang berada di bawah rasio yang ditetapkan.
Manajemen mengungkapkan, harga pelaksanaan distribusi ditetapkan berdasarkan nilai buku rata-rata perolehan saham. Adapun cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 14 April 2026, sedangkan ex date pada 16 April 2026. Untuk pasar pasar tunai, cum date pada 16 April 2026 dan ex date pada 17 April 2026.
Sementara itu, recording date ditetapkan pada 16 April 2026, sedangkan pelaksanaan pendistribusian pada 6 Mei 2026. Distribusi saham akan dilakukan melalui rekening Efek pada subrekening masing-masing pemegang saham yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Lebih lanjut manajemen menyatakan, distribusi saham treasuri akan meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik (free float). Rencana CNMA ini tentunya sejalan dengan semangat OJK dan BEI, meski pasca pendistribusian saham treasuri belum menyebabkan jumlah saham free float perseroan sebanyak 15 persen.
Apabila mengacu pada proforma struktur permodalan setelah pendistribusian, maka jumlah saham treasuri akan berkurang dari 1.698.015.400 lembar (2,04%) menjadi 65.075.708 saham atau setara 0,08 persen dari total 83.345.000.000 saham. Kepemilikan publik akan meningkat dari 6.636.984.600 saham (7,96%) menjadi 6.769.724.292 saham atau setara 8,12 persen dari total 83.345.000.000 saham. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
