
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan laba bersih Rp4 triliun atau melonjak 32,6 persen dibandingkan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp3,02 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan JPFA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2024, emiten di bawah kendali Japfa Pte Ltd ini mencatatkan penjualan neto mencapai Rp60,72 triliun atau bertumbuh 8,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp55,8 triliun pada 2024.
Sejalan dengan pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok penjualan JPFA di 2025 meningkat 6,6 persen (year-on-year) menjadi Rp47,52 triliun, sehingga laba bruto melompat 17,6 persen menjadi Rp13,19 triliun dibandingkan Rp11,22 triliun pada 2024.
Selama periode Januari-Desember 2025, laba usaha JAPFA melambung 22,2 persen (y-o-y) menjadi Rp6,18 triliun. Kenaikan ini terutama didukung pos pendapatan lainnya Rp287,55 miliar atau melesat 36,8 persen (y-o-y), khususnya laba atas penjualan aset tetap yang melesat 215,6 persen (y-o-y) menjadi Rp123,87 miliar.
Di tambah lagi, pada pos beban lainnya tercatat mengalami penurunan 32,3 persen (y-o-y) menjadi Rp251,09 miliar, terutama diakibatkan nilai penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha menurun signifikan 50,9 persen (y-o-y) menjadi Rp53,36 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan JPFA di 2025 tercatat Rp5,48 triliun atau meningkat 29,3 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghaslian di 2024 yang sebesar Rp4,24 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp1,2 triliun, maka laba tahun berjalan menjadi Rp4,28 triliun atau melompat 33,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4 triliun atau melonjak 32,6 persen (y-o-y).
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas JPFA per 31 Desember 2025 tercatat Rp20,02 triliun atau meningkat 20,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp16,57 triliun. Hingga akhir 2025, total liablitas sebesar Rp20,04 triliun atau membengkak 10,8 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp16,52 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset JAPFA tercatat meningkat 15,6 persen (y-o-y) menjadi Rp40,06 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas Rp3,55 triliun atau melambung 162,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp1,35 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
