
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba bersih Rp718,41 miliar atau hanya meningkat tipis 0,7 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp713,67 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan ELSA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Pertamina Hulu Energi ini mencatatkan pendapatan Rp14,5 triliun atau bertumbuh 8,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp13,39 triliun.
Sejalan dengan peningkatan revenue tersebut, beban pokok pendapatan juga menanjak 8,1 persen (year-on-year) menjadi Rp13,05 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp1,45 triliun atau mengalami kenaikan 9,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp1,32 triliun.
Namun, beban penjualan Elnusa di Tahun Buku 2025 tercatat membengkak 66,2 persen (y-o-y) menjadi Rp7,44 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi melonjak 15,8 persen (y-o-y) menjadi Rp596,30 miliar. Sementara itu, pendapatan keuangan di 2025 tercatat melorot 35,8 persen (y-o-y) menjadi Rp127,48 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, laba sebelum pajak penghasilan ELSA tercatat Rp888,38 miliar atau mengalami kenaikan terbatas 0,8 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang meraih laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp881,07 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp169,97 miliar, maka laba tahun berjalan perseroan menjadi Rp718,41 miliar atau meningkat 0,7 persen (y-o-y). Dari jumlah ini, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga sebesar Rp718,41 miliar atau meningkat tipis 0,7 persen dibandingkan laba bersih di 2024 senilai Rp713,67 miliar.
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas Elnusa per 31 Desember 2025 tercatat Rp5,31 triliun atau bertumbuh 8,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp4,9 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp5,65 triliun atau bisa ditekan 1,4 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp5,27 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset tercatat Rp10,96 triliun atau meningkat 3,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp2,7 triliun atau melorot 8,5 persen (y-o-y). Sementara itu, nilai persediaan (neto) hingga akhir 2025 senilai Rp461,65 miliar atau menurun 10,4 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp515,27 miliar. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
