
RollingStock,ID – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyebutkan, saat ini koridor utara-timur Jakarta mulai berkembang sebagai salah satu kawasan hunian dan investasi baru. Pertumbuhan wilayah ini didorong pengembangan township modern terintegrasi, salah satunya proyek Summarecon Crown Gading yang dikembangkan SMRA.
Memasuki tahun keempat pengembangannya, kawasan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sejalan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas komersial dan hunian secara paralel. Pengembangan kawasan dilakukan secara terintegrasi, sehingga lingkungan telah terbentuk dan mulai berfungsi sejak tahap awal pengembangan.
Menurut Executive Director SMRA, Magdalena Juliati dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Kamis (5/3) malam, pengembangan kawasan tersebut dilakukan melalui pendekatan kota terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, fasilitas pendidikan, serta ruang terbuka hijau dalam satu perencanaan jangka panjang.
“Reputasi Summarecon dalam membangun kota terpadu terbentuk melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Kami terus berfokus pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas bangunan melalui implementasi SQII (Summarecon Quality Improvement Initiative),” ujar Magdalena.
Dia menjelaskan, standar internal tersebut diterapkan untuk memastikan mutu konstruksi, presisi pengerjaan, kontrol kualitas bangunan secara menyeluruh hingga pelayanan kepada konsumen. Pengembangan kawasan Summarecon Crown Gading menghadirkan lima klister, yaitu Regia Residence, Jasmia Residence, Viola Residence, Vanica Residence dan Chelia Residence.
Magdalena menyampaikan, aktivitas kawasan juga diperkuat dengan hadirnya area komersial Gading Boulevard Commercial dan pusat kuliner The Food Village yang menjadi ruang interaksi sosial bagi penghuni dan masyarakat sekitar. Selain itu, fasilitas pendidikan Sekolah Terpadu PAHOA mendukung kebutuhan pendidikan di dalam kawasan.

Sebagai township modern, lanjut Magdalena, kawasan ini dirancang dengan konsep low-density yang dilengkapi berbagai infrastruktur kota, antara lain CCTV Command Centre, jaringan high-speed broadband, sistem pengolahan air limbah, flood gate system, serta water polishing treatment untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan air bersih bagi penghuni.
Pengelolaan kawasan juga dilakukan melalui Town Management profesional yang bertugas menjaga tata kelola lingkungan dan keberlangsungan kawasan. Setiap klaster dilengkapi sistem keamanan 24 jam dengan konsep double gate yang terdiri dari satu gerbang utama dan satu gerbang klaster.
Dari sisi konektivitas, kawasan ini didukung akses menuju jaringan jalan tol utama dan pembukaan jalur konektivitas baru yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas penghuni sekaligus memperkuat nilai investasi kawasan dalam jangka panjang.
Ke depan, kata Magdalena, pengembangan kawasan akan dilanjutkan dengan pembentukan Central Business District (CBD) yang meliputi berbagai fasilitas, seperti pusat perbelanjaan Summarecon Mall dengan konsep baru, apartemen, hotel, fasilitas kebugaran, institusi pendidikan, community center, office park, Central Garden hingga rumah sakit.
Pada 2025, Summarecon memasuki usia 50 tahun dengan portofolio pengembangan di sembilan kawasan, yakni Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading dan Summarecon Tangerang.
Magdalena menambahkan, perencanaan kawasan memperhatikan kemudahan mobilitas melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan yang berorientasi pada konsep Transit Oriented Development (TOD). Seiring perkembangan ini, Summarecon Crown Gading memperoleh pengakuan di tingkat regional dengan meraih Gold Trophy pada ajang PropertyGuru Asia Property Awards 2025, yang menempatkan kawasan ini sebagai salah satu proyek properti terbaik di Asia. (adv)
