
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN hanya mampu membukukan laba bersih USD215,36 juta alias anjlok 36,5 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar USD339,43 juta.
Berdasarkan laporan keuangan PGAS untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Pertamina (Persero) ini mencatatkan pendapatan USD3,98 miliar atau bertumbuh 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar USD3,79 miliar.
Di tengah pertumbuhan omzet secara terbatas tersebut, beban pokok pendapatan membengkak 8,1 persen (year-on-year) menjadi USD3,28 miliar. Dengan demikian, laba bruto di 2025 menjadi USD698,32 juta atau melorot 7,8 persen (y-o-y), maka margin laba bruto tercatat sebesar 17,6 persen.
Pada periode Januari-Desember 2025, laba operasi PGN sebesar USD519,63 juta atau menurun 0,6 persen (y-o-y), sehingga margin laba operasi sebesar 13,1 persen terhadap pendapatan. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD488,21 juta atau terperosok 15,6 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD141,61 juta, maka laba tahun berjalan PGAS menjadi USD346,6 juta atau terjerembab 21,2 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD215,36 juta atau anjlok 36,5 persen (y-o-y), dengan margin laba hanya sebesar 5,4 persen.
Dari sisi balance sheet, total aset PGN per 31 Desember 2025 tercatat USD6,23 miliar atau menurun 2,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 mencapai USD6,42 miliar. Sementara itu, kas dan setara kas pada akhir 2025 tersisa USD1,34 miliar atau merosot 3,4 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total liabilitas sebesar USD2,62 miliar atau menurun 4,4 persen (y-o-y), sedangkan ekuitas PGAS di akhir tahun lalu tercatat USD3,61 miliar atau menurun 1,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD3,67 persen.
Berdasarkan struktur permodalan tersebut, maka rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat 0,73 kali dan rasio utang terhadap aset sebesar 42,1 persen. Dari sisi profitabilitas, rasio pengembalian aset ROA sebesar 5,6 persen, sedangkan return on equity (ROE) di level 9,6 persen. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
