
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hanya membukukan laba bersih Rp2,55 triliun atau ambles 41,6 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp4,36 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan BSDE untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten properti milik konglomerat Eka Tjipta Widjaja ini mencatatkan pendapatan Rp12,79 triliun atau melorot 7,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 mencapai Rp13,8 triliun.
Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok penjualan BSDE lebih rendah 6,4 persen (year-on-year) menjadi Rp4,66 triliun, sehingga laba bruto di 2025 menjadi Rp8,13 triliun pada 2025 atau merosot 7,8 persen dibandingkan pada 2024 yang sebesar Rp8,82 triliun.
Di tengah penurunan kinerja pada area top line, beban usaha BSD City di sepanjang 2025 tercatat membengkak 7,6 persen (y-o-y) menjadi Rp4,68 triliun. Akibatnya, laba usaha pada tahun lalu melorot 22,9 persen dibandingkan dengan laba usaha di 2024 yang sebesar Rp4,47 triliun.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Paraga Artamida dan PT Ekacentra Usahamaju ini cuma bisa membukukan laba sebelum pajak senilai Rp2,87 triliun pada 2025 atau terperosok 41,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 mencapai Rp4,95 triliun.
Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp17,09 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan BSDE menjadi Rp2,86 triliun atau terjerembab 41,9 persen. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp2,55 triliun atau ambles 41,6 persen dibandingkan dengan laba bersih di 2024 sebesar Rp4,36 triliun.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas perusahaan milik Sinar Mas Group ini per 31 Desember 2025 tercatat Rp52,67 triliun atau meningkat 11,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp47,32 triliun. Hingga akhir 2025, liabilitas sebesar Rp26,6 triliun atau bisa ditekan 7,3 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat Rp79,27 triliun atau mengalami kenaikan 4,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas mencapai Rp10,28 triliun atau bertumbuh 14,8 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp8,96 triliun. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
