
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) cuma mampu membukukan laba bersih Rp422,05 miliar atau ambles 50,4 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp851,77 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan DUTI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten properti dan real estate di bawah kendali PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ini mencatatkan pendapatan Rp2,73 triliun pada 2025 atau melorot 38,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp4,42 triliun.
Di tengah penurunan revenue tersebut, beban pokok penjualan tercatat membengkak hingga 50,3 persen (year-on-year) menjadi Rp901,70 miliar, sehingga laba bruto emiten milik Sinar Mas Group ini menjadi Rp1,83 triliun atau terperosok 29,8 persen (y-o-y).
Pada periode Januari- Desember 2025, DUTI mencatatkan beban usaha Rp1,17 triliun atau lebih rendah 6,2 persen (y-o-y). Dengan demikian, laba usaha di sepanjang 2025 menjadi Rp657,77 miliar pada 2025 atau tersungkur 51,6 persen dibandingkan laba usaha setahun sebelumya Rp1,36 triliun.
Sepanjang 2025, laba sebelum pajak yang dicatatkan emiten pengembang superblok ITC ini hanya senilai Rp624,39 miliar atau terjerembab hingga 54,7 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di sepanjang 2024 yang sebesar Rp1,38 triliun.
Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp795,64 juta, maka laba tahun berjalan DUTI menjadi Rp623,59 miliar atau nyungsep 54,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp422,05 miliar atau ambles 50,4 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas DUTI per 31 Desember 2025 tercatat Rp13,68 triliun atau bertumbuh 15,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp11,87 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp2,46 triliun atau bisa ditekan 1,3 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp1,94 triliun.
Per 31 Desember 2025, aset Duta Pertiwi mencapai Rp16,15 triliun atau mengalami kenaikan 12,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp3,53 triliun atau melonjak 39,9 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp2,53 triliun. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
