
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) cuma bisa membukukan laba bersih Rp149,45 miliar alias rontok 32,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp220,36 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan LTLS untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Caturkarsa Megatunggal ini mencatatkan pendapatan Rp8,8 triliun atau bertumbuh 13,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp7,72 triliun.
Sayangnya, beban pokok pendapatan LTLS di sepanjang 2025 membengkak 16,6 persen (year-on-year) menjadi Rp7,42 triliun, sehingga laba bruto tercatat Rp1,38 triliun atau meningkat terbatas sebesar 1,7 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Desember 2025, distributor bahan kimia ini mencatat beban operasi lain sebesar Rp68,18 miliar atau melonjak 270,7 persen (y-o-y). Maka pada level operasional, laba usaha LTLS menjadi Rp412,69 miliar atau merosot 3,7 persen dibandingkan dengan periode Januari-Desember 2024 sebesar Rp428,73 miliar.
Dari sisi non-operasional di 2025, penghasilan keuangan LTLS tercatat menurun 4,6 persen (y-o-y) menjadi Rp3,62 miliar, sedangkan beban keuangan justru membengkak 23,5 persen (y-o-y) menjadi Rp131,76 miliar. Pada tahun lalu, LTLS juga mencatat bagian atas rugi entitas asosiasi sebesar Rp44,35 miliar atau melambung 252,4 persen (y-o-y).
Dengan demikian, laba sebelum beban pajak penghasilan LTLS di sepanjang 2025 tercatat Rp238,26 miliar atau melorot 23,4 persen dibandingkan dengan laba sebelum beban pajak penghasilan di sepanjang 2024 yang mencapai Rp310,89 miliar.
Akibat adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp61,2 miliar, maka laba tahun berjalan LTLS pada tahun lalu menjadi Rp177,05 miliar atau terperosok 18,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilia Rp149,45 miliar alias rontok 32,2 persen (y-o-y).
Pada sisi balance sheet, total ekuitas Lautan Luas per 31 Desember 2025 tercatat Rp3,31 triliun atau bertumbuh 5,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,13 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp3,38 triliun atau membengkak 15,2 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp2,69 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp6,68 triliun atau meningkat 10,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp275,85 miliar atau menurun 2,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp282,5 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
