
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membukukan laba bersih Rp1,35 triliun atau bertumbuh 19,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2025 yang senilai Rp1,14 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan ULTJ untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, perusahaan milik keluarga Prawirawidjaja ini mencatatkan penjualan sebesar Rp8,77 triliun atau menurun 1,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 mencapai Rp8,87 triliun.
Di tengah penurunan omzet tersebut, beban pokok penjualan justru mengalami kenaikan 0,8 persen (year-on-year) menjadi Rp5,9 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp2,87 triliun atau merosot 5 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang sebesar Rp3,02 triliun.
Namun, emiten di bawah kendali Sabana Prawirawidjaja yang juga menjabat sebagai Preisden Direktur ULTJ ini bisa menekan total beban usaha (neto) hingga 24,8 persen (y-o-y) menjadi Rp1,18 triliun. Dengan demikian, laba usaha di 2025 menjadi Rp1,69 triliun atau meningkat 16,4 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Desember 2025, ULTJ mencatatkan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp1,75 triliun atau mengalami kenaikan 15,9 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang meraih laba sebelum beban pajak penghasilan senilai Rp1,51 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp369,63 miliar, maka laba tahun berjalan Ultrajaya menjadi Rp1,38 triliun atau meningkat 19,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,35 triliun atau bertumbuh 19,1 persen (y-o-y).
Dari sisi balance sheet, total ekuitas ULTJ per 31 Desember 2025 tercatat Rp8,32 triliun atau melompat 12 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp7,43 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas terpantau bisa ditekan 9,4 persen (y-o-y) menjadi tercatat Rp937,01 miliar, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp787,85 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan F&B ini tercatat Rp9,25 triliun atau meningkat 9,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas mencapai Rp3,16 triliun atau melambung 29,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp2,43 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
