Raup Revenue Rp9,67 Triliun, Laba Sumber Tani Agung (STAA) di 2025 Melonjak 25,3%

staa2
PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) membukukan laba bersih Rp1,61 triliun atau melonjak dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp1,28 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan STAA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten kongsian PT Malibu Indah Lestari dan PT Kedaton Perkasa ini mencatatkan pendapatan Rp9,67 triliun atau melambung 50,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp6,44 triliun.

Seiring dengan lonjakan revenue tersebut, beban pokok penjualan meningkat 52,8 persen (year-on-year) menjadi Rp6,5 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp3,16 triliun atau meningkat 44,9 persen dibandingkan sepanjang 2024 senilai Rp2,18 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, STAA meraih laba usaha Rp2,37 triliun atau melompat 26,8 persen (y-o-y), sementara itu laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp2,33 triliun atau mengalami kenaikan 27,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,83 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 senilai Rp506,9 miliar, maka laba tahun berjalan STAA menjadi Rp1,83 triliun atau melejit 25,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,61 triliun atau melonjak 25,3 persen dibandingkan dengan laba bersih 2024 senilai Rp1,28 triliun.

Pada sisi neraca, jumlah ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 tercatat Rp7 triliun alias melesat 18,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp5,9 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas STAA sebesar Rp2,56 triliun atau membengkak 17,3 persen dibandingkan pada akhir 2024 sebesar Rp2,56 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten Perkebunan kelapa sawit ini mencapai Rp9,56 triliun atau meningkat 18,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp1,99 triliun atau melonjak 50,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp1,32 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top