TOBA Gelar Dua Aksi: Buyback 815,8 Juta Saham & Rights Issue 1,39 Miliar Saham

bei3
Ilustrasi – (Foto: Kafka D Eiren/RollingStock

RollingStock.ID – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan sebanyak 815,8 juta lembar dengan kesiapan dana Rp448,69 miliar, serta berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue maksimal 1,39 miliar saham baru.

Berdasarkan keterbukaan informasi TOBA yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (10/3), emiten di bawah kendali Highland Strategic Holdings Pte Ltd ini berencana melaksanakan buyback sebanyak 815.802.093 saham atau sebesar 10 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Manajemen TOBA menyampaikan, perkiraan jumlah dana untuk aksi korporasi ini sebesar Rp448,69 miliar atau setara dengan USD26.519.957 dengan asumsi bahwa nilai tukar USD1 sama dengan Rp16.919.

Emiten pertambangan batubara ini akan menggelar buyback saham secara bertahap dalam jangka waktu 12 bulan (17 April 2026-17 April 2027) setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa yang akan diselenggarakan pada 16 April 2026.

Lebih lanjut manajemen menyampaikan, perkiraan dana buyback Rp448,69 miliar tersebut dihitung dengan menggunakan harga saham TOBA pada penutupan perdagangan 9 Maret 2026, yaitu sebesar Rp550 per lembar. Sumber dana buyback disebut bukan dari hasil penawaran umum dan bukan merupakan dana dari utang.

Manajemen mengungkapkan, pertimbangan pelaksanaan buyback tersebut dikarenakan saat ini harga saham TOBA belum mencerminkan nilai sebenarnya dan potensi pertumbuhan perseroan. “Rencana pembelian kembali saham ini bertujuan untuk menunjukkan publik bahwa perseroan memiliki keyakinan dan kepercayaan yang kuat atas pertumbuhan TOBA”.

Selain itu, pelaksanaan buyback dinilai bisa memberikan fleksibilitas bagi TOBA dalam mengelola stabilitas harga saham, sehingga dapat mencerminkan nilai atau kinerja perseroan yang sebenarnya. “Rencana pembelian kembali saham dapat berdampak positif bagi pemegang saham dari segi laba per saham perseroan”.

Menurut keterangan TOBA, perseroan juga berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan 1,39 miliar saham baru bernilai nominal Rp50 lembar yang berasal dari saham portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana rights issue tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan para pemegang saham melalui RUPS-LB, yang juga akan selenggarakan pada 16 April 2026. Indikasi jadwal PM-HMETD akan disampaikan bersamaan dengan penyampaian pernyataan pendaftaran rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencananya, seluruh dana hasil rights issue —setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk mendukung perkembangan dan ekspansi usaha TOBA, khususnya di sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan dan kendaraan listrik. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top