Kinerja DFI Nusantara (HERO) di 2025 Berbalik Untung, Defisit Susut Jadi Rp2,07 Triliun

hero
PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) berhasil membukukan laba tahun berjalan Rp160,34 miliar atau berbalik positif dibandingkan kinerja keuangan di Tahun Buku 2024 yang masih menderita rugi tahun berjalan Rp5,59 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan HERO untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali Mulgrave Corporation BV ini mencatatkan pendapatan bersih Rp4,85 triliun pada 2025 atau bertumbuh 6,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp4,54 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten ritel barang primer ini hanya mengalami kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 1 persen (year-on-year) menjadi Rp2,65 triliun. Maka, laba bruto menjadi Rp2,19 triliun atau meningkat 14,5 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 senilai Rp1,92 triliun.

Sepanjang 2025, HERO tercatat mampu membukukan laba sebelum pajak penghasilan Rp51,12 miliar pada 2025 atau berbalik dari kinerja di sepanjang 2024 yang mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp109,95 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 senilai Rp12,74 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan DFI Nusantara menjadi Rp160,34 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di 2024 yang menderita kerugian Rp5,59 miliar. Kinerja keuangan pada area bottom line mencerminkan terjadinya pertumbuhan hingga 2.970,8 persen (y-o-y).

Akibat perolehan laba bersih tersebut, per 31 Desember 2025 jumlah akumulasi kerugian (defisit) yang belum dicadangkan menyusut 11,9 persen menjadi Rp2,07 triliun dari posisi per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp2,35 triliun. Adapun jumlah ekuitas hingga akhir 2025 tercatat Rp1,66 triliun atau bertumbuh 11,1 persen (y-o-y).

Per 31 Desember 2025, total liabilitas HERO bisa ditekan 14,3 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp2,42 triliun. Hingga akhir 2025, total aset tercatat Rp4,42 triliun atau menurun 6,2 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp47,09 miliar atau melorot 66,8 persen dibandingkan posisi di akhir 2024 yang sebesar Rp142,03 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top