Kinerja di 2025 Lanjut Merugi, Defisit AirAsia (CMPP) Bengkak Jadi Rp17,14 Triliun

cmpp
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) kembali mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,3 triliun, sehingga total defisit per 31 Desember 2025 menjadi Rp17,14 triliun atau membengkak 8,2 persen (year-on-year).

Berdasarkan laporan keuangan CMPP untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali AirAsia Aviation Group Limited ini mencatatkan pendapatan usaha Rp7,87 triliun atau menurun 0,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp7,94 triliun.

Pada sisi biaya, total beban usaha CMPP tercatat Rp8,52 triliun atau merosot 2,5 persen (y-o-y), sehingga di sepanjang 2025 perseroan mencatatkan rugi usaha Rp644,59 miliar atau membaik 18,4 persen dibandingkan rugi usaha di 2024 sebesar Rp790,39 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, AirAsia menderita rugi sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp1,29 triliun atau mengalami penurunan 15,2 persen dibandingkan dengan rugi sebelum beban pajak penghasilan di periode Januari-Desember 2024 yang mencapai Rp1,52 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp3,42 miliar, maka rugi tahun berjalan CMPP tercatat Rp1,29 triliun atau lebih rendah 15,2 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,3 triliun atau menurun 15 persen dibandingkan rugi bersih di 2024 mencapai Rp1,53 triliun.

Akibat adanya rugi bersih Rp1,3 triliun, maka per 31 Desember 2025 jumlah akumulasi rugi (defisit) CMPP menjadi Rp17,14 triliun meningkat 8,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp15,84 triliun.

Pada akhir 2025, AirAsia masih mencatat defisiensi modal mencapai Rp10,73 triliun atau membengkak 13,8 persen dibandingkan nilai ekuitas negatif di akhir 2024 yang sebesar Rp9,43 triliun. Per 31 Desember 2025, total liabilitas perseroan tercatat Rp15,79 triliun alias meningkat 4,2 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp11,01 triliun.

Sementara itu, total aset CMPP hingga akhir 2025 tercatat Rp5,05 triliun atau menurun 11,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank tersisa Rp36,75 miliar atau melorot 19 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp45,37 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top