Meski Pendapatan Turun, Laba Bersih SCMA di 2025 Naik 29,6% Jadi Rp771 Miliar

scma
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pada Tahun Buku 2025, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membukukan laba bersih Rp771,02 miliar atau mengalami kenaikan 29,6 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp594,85 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SCMA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, operator stasiun televisi SCTV dan Indosiar ini mencatatkan pendapatan neto Rp6,89 triliun atau merosot 2,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp7,06 triliun.

Sepanjang 2025, laba usaha SCMA tercatat Rp893,87 miliar atau melonjak 36,6 persen (year-on-year), terutama ditopang penurunan beban program dan siaran sebesar 5,8 persen (y-o-y) menjadi menjadi Rp4,27 triliun. Selain itu, didukung pula penurunan beban usaha di 2025 sebesar 3,9 persen (y-o-y) menjadi Rp1,75 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp984,52 miliar atau melesat 22,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 seniliai Rp801,62 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp255,22 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan SCMA menjadi Rp729,31 miliar atau melonjak 50,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 sebesar Rp771,02 miliar alias meningkat 29,6 persen (y-o-y).

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas SCMA per 31 Desember 2025 tercatat Rp7,6 triliun atau melorot 9,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp8,36 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp2,18 triliun atau bisa ditekan 11,5 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp1,94 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten milik Emtek Group ini tercatat Rp9,78 triliun atau menurun 9,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp1,23 triliun alias anjlok 51,5 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp2,53 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top