Penjualan Rumah di 2025 Jeblok, Laba Bersih Summarecon (SMRA) Anjlok 44,2%

smra
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) hanya mampu membukukan laba bersih Rp766,55 miliar atau anjlok 44,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 sebesar Rp1,37 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan SMRA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik Sunarni Rahardja dan Siska Raharja ini mencatatkan pendapatan bersih Rp8,77 triliun atau terperosok 17,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp10,62 triliun.

Koreksi pendapatan itu terutama dipengaruhi penurunan penjualan rumah kepada pihak ketiga di 2025 sebesar 35 persen menjadi Rp3,95 triliun dari Rp6,08 triliun di sepanjang 2024. Bahkan tahun lalu, SMRA tidak membukukan penjualan rumah ke pihak berelasi, padahal di 2024 bisa meraih Rp3,18 miliar.

Di tengah kontraksi top line tersebut, emiten di bawah kendali PT Semarop Agung ini cuma bisa menekan beban pokok penjualan dan beban langsung sebesar 15,4 persen (year-on-year) menjadi Rp4,37 triliun. Dengan demikian, laba bruto SMRA di 2025 menjadi Rp4,4 triliun alias tersungkur 19,5 persen (y-o-y).

Pada periode Januari-Desember 2025, SMRA membukukan laba usaha Rp2,58 triliun atau terjerembab 30,8 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat Rp1,24 triliun atau terjungkal 33,4 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang sebesar Rp1,86 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp37,3 miliar, maka laba tahun berjalan SMRA menjadi Rp1,2 triliun atau tersungkur 34,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2024 senilai Rp766,55 miliar alias anjlok 44,2 persen (y-o-y).

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas SMRA per 31 Desember 2025 tercatat Rp16 triliun atau lebih tinggi 15,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp13,83 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp22,34 triliun atau membengkak 13,4 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp14,99 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten properti dan real estate ini mencapai Rp38,34 triliun atau mengalami kenaikan 14,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp3,38 triliun atau meningkat terbatas 2,6 persen dibandingkan posisi per 3 Desember 2024 yang senilai Rp3,29 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top