Kinerja Bank Raya (AGRO) di 2025 Rugi Rp498,6 Miliar, Kas Tersisa Rp9,23 Miliar

agro
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menderita rugi tahun berjalan Rp498,61 miliar atau berbalik dibandingkan capaian di Tahun Buku 2024 yang membukukan laba Rp50,89 miliar. Kinerja bottom line ini setara dengan penurunan 1.080 persen (year-o-year), serta mencerminkan tekanan dari sisi beban operasional maupun pendapatan non-bunga

Berdasarkan laporan keuangan AGRO untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, anak usaha BRI (BBRI) ini mencatatkan pendapatan bunga Rp1,19 triliun atau bertumbuh 13,9 persen (y-o-y). Beban bunga tercatat meningkat 4,4 persen (y-o-y) menjadi Rp493,92 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih (NII) menjadi Rp696,34 miliar alias meningkat 21,7 persen (y-o-y).

Namun demikian, pendapatan operasional lainnya di 2025 justru ambles 68,5 persen (y-o-y), penurunan ini terutama berasal dari penurunan penerimaan kembali aset yang sudah dihapusbukukan dan komponen lain yang melemah. Pada sisi lain, beban penyisihan kerugian penurunan nilai melonjak 34,9 peren (y-o-y) menjadi Rp553,61 miliar.

Akibat kombinasi sejumlah akun kinerja keuangan tersebut, maka AGRO mencatatkan rugi operasional di 2025 sebesar Rp328,84 miliar, padahal di 2024 bisa meraih laba operasional Rp52,38 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, Bank Raya mencatatkan rugi sebelum pajak Rp321,72 miliar atau berbanding terbalik dengan periode Januari-Desember 2024 yang meraih laba sebelum pajak Rp55,34 miliar. Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp176,7 miliar, maka rugi tahun berjalan AGRO menjadi Rp498,61 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas Bank Raya per 31 Desember 2025 tercatat Rp3,01 triliun atau merosot 12,8 persen (y-o-y), seiring dengan rugi bersih yang menggerus saldo laba. Hingga akhir 2025, liabilitas meningkat 4,1 persen menjadi Rp10,08 triliun, lantaran didorong pertumbuhan simpanan nasabah yang mencapai Rp9,54 triliun atau bertumbuh 17,4 persen (y-o-y).

Per 31 Desember 2025, total aset bank digital ini sebesar Rp13,09 triliun atau menurun 0,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kredit yang dberikan tercatat Rp7,72 triliun atau bertumbuh 8,3 persen (y-o-y). Adapun posisi kas terpantau anjlok 42,2 persen (y-o-y) atau tersisa Rp9,23 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top