Revenue di 2025 Jeblok, Laba SIG (SMGR) Nyungsep 73,5% Jadi Rp190,85 Miliar

smgr2
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) hanya mampu meraih laba bersih senilai Rp190,85 miliar atau nyungsep 73,5 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp719,76 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SMGR untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten semen BUMN pemilik brand SIG ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp35,24 triliun atau melorot 2,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 mencapai Rp36,19 triliun.

Di tengah penurunan revenue itu, SMGR cuma bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3 persen (year-on-year) Rp28,17 triliun, sehingga laba bruto di 2025 menjadi Rp7,07 triliun alias terperosok 10,9 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan SIG tercatat Rp601,91 miliar alias anjlok 51,9 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban penghasilan di 2025 sebesar Rp422,47 miliar, maka laba tahun berjalan SMGR menjadi Rp179,44 miliar alias ambles 76,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp190,85 miliar atau nyungsep 73,5 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas SMGR per 31 Desember 2025 tercatat Rp47,72 triliun atau merosot 1,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp48,31 triliun. Dana syirkah temporer senilai Rp1,7 triliun atau menurun 17,1 persen dibandingkan pada akhir 2024 sebesar Rp2,05 triliun.

Hingga akhir 2025, total liabilitas emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini sebesar Rp27,15 triliun atau membengkak 1,9 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp15,84 triliun atau mengalami kenaikan dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp12,94 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset SMGR sebesar Rp76,57 triliun atau menurun 0,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas senilai Rp4,64 triliun atau bertumbuh 26,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang tercatat Rp3,66 triliun. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top