Rugi Bersih MDKA di 2025 Bengkak Jadi USD62 Juta, Saldo Laba Turun 30,1%

mdka
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali menderita rugi bersih USD62,06 juta atau membengkak 11,3 persen dibandingkan dengan rugi bersih Tahun Buku 2024 yang sebesar USD55,76 juta.

Berdasarkan laporan keuangan MDKA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik pengusaha Edwin Soeryadjaya dan Garibaldi Tohir ini mencatatkan pendapatan USD1,89 miliar atau merosot 15,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD2,24 miliar.

Sejalan dengan koreksi revenue tersebut, beban pokok pendapatan MDKA ikut menurun sebesar 18,6 persen (year-on-year) menjadi USD1,68 miliar. Dengan demikian, laba kotor di sepanjang 2025 menjadi USD216,43 juta atau meningkat 22,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya senilai USD176,35 juta.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha Merdeka Copper tercatat USD146,68 juta alias melompat 23,3 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan mencapai USD32,22 juta atau melonjak 48,7 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang sebesar USD21,66 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD16,07 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan MDKA menjadi USD16,15 juta melambung 64,8 persen (y-o-y). Namun laba tersebut diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali mencapai USD78,21 juta, sehingga pada Tahun Buku 2025 MDKA menderita rugi bersih USD62,06 juta.

Akibat rugi bersih sebesar USD62,06 juta tersebut, maka total saldo laba MDKA per 31 Desember 2025 tersisa USD144,3 juta atau anjlok 30,1 persen. Sementara itu, jumlah ekuitas tercatat USD2,92 miliar atau meningkat tipis 0,3 persen (y-o-y) dan total liabilitas sebesar USD2,78 miliar atau membengkak 19,9 persen (y-o-y).

Per 31 Desember 2025, total aset MDKA mencapai USD5,71 miliar atau mengalami kenaikan 9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank tersisa USD354,78 juta atau melorot 21,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang mencapai USD450,95 juta. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top