Laba Bersih TBIG di 2025 Naik 4,8% Jadi Rp1,43 Triliun, Kas Anjlok Sisa Rp748 Miliar

tbig
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih Rp1,43 triliun atau mengalami kenaikan 4,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp1,36 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan TBIG untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik pengusaha Edwin Soeryadjaya ini mencatatkan pendapatan Rp6,91 triliun atau meningkat tipis 0,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp6,87 triliun.

Seiring penguatan di area top line tersebut, beban pokok pendapatan TBIG ikut meningkat 0,3 persen (year-on-year) menjadi Rp1,95 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp4,96 triliun atau bertumbuh 0,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp4,93 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha emiten menara telekomunikasi ini tercatat Rp4,35 triliun atau meningkat 0,7 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp1,61 triliun alias melompat 9 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang senilai Rp1,48 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp123,56 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan TBIG menjadi Rp1,49 triliun atau bertumbuh 4,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,43 triliun.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas TBIG per 31 Desember 2025 tercatat Rp12,73 triliun alias melejit 20,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp10,57 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas tercatat Rp33,52 triliun atau bisa ditekan 8,8 persen (y-o-y).

Per 31 Desember 2025, total aset emiten di bawah kendali Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd (BDIA) ini mencapai Rp46,25 triliun atau menurun 2,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp748,39 miliar atau alias anjlok 49,5 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,48 triliun.

Apabila mengacu pada cash flow TBIG di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas tersebut terutama dipengaruhi adanya pembayaran utang kepada bank dan utang obligasi yang mencapai Rp67,67 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top