Pendapatan di 2025 Turun 29,9%, SSIA Derita Rugi Bersih Rp89,37 Miliar

ssia
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menderita rugi bersih Rp89,37 miliar atau berbanding terbalik dengan kinerja keuangan di Tahun Buku 2024 yang mampu membukukan laba bersih mencapai Rp234,23 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SSIA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten pengembang kawasan industri ini membukukan pendapatan Rp4,43 triliun atau menurun 29,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp6,31 triliun.

Sejalan dengan penurunan kinerja pada area top line tersebut, beban langsung SSIA juga tercatat menurun 22,7 persen (year-on-year) menjadi Rp3,51 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp915,78 miliar alias merosot 48,3 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp1,77 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten yang terafiliasi dengan Djarum Group ini mencatatkan laba usaha Rp215,72 miliar atau melorot 74,5 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan hanya Rp10,99 miliar alias terperosok 97,8 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 sebesar Rp504,26 miliar.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp17,94 miliar, maka SSIA bisa meraih laba tahun berjalan sebesar Rp28,93 miliar, turun 93,6 persen dari Rp448,55 miliar. Meski masih mencetak laba secara konsolidasi, namun porsi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat rugi Rp89,37 miliar. Hal ini seiring dengan adanya kontribusi laba kepada kepentingan non-pengendali mencapai Rp118,30 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas SSIA per 31 Desember 2025 tercatat Rp8,08 triliun atau meningkat 1,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp7,99 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp4,63 triliun atau membengkak 95,2 persen, yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp2,47 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten milik taipan Prajogo Pangestu melalui TPIA dan PTRO ini tercatat Rp12,71 triliun atau meningkat 22,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp1,42 triliun atau merosot 45,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,63 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top