
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membukukan laba bersih sebesar Rp573,49 miliar atau melesat 56,6 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp366,17 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan DKFT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Jinsheng Mining ini mencatatkan penjualan Rp1,58 triliun atau bertumbuh 7,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,46 triliun.
Di tengah pertumbuhan sales tersebut, DKFT berhasil menekan beban pokok penjualan hingga 4,5 persen (year-on-year) menjadi Rp792,58 miliar, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp783,59 miliar alias melompat 24,1 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp631,39 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten yang dimiliki investor ritel Andy Untono dan Indrawati Kamarudin ini membukukan laba usaha Rp550,01 miliar atau melonjak 46,6 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak di 2025 tercatat Rp648,34 miliar atau meningkat 26,2 persen dari Rp513,82 miliar pada 2024.
Dengan adanya beban pajak (neto) di 2025 sebesar Rp75,07 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan DKFT menjadi Rp573,27 miliar atau melejit 39,2 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp573,49 miliar atau melesat 56,6 persen (y-o-y).
Akibat meraih laba bersih Rp573,49 miliar, maka per 31 Desember 2025 perseroan mencatatkan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp308,94 miliar atau berbalik dari defisit Rp69,58 miliar per 31 Desember 2024. Jumlah ekuitas per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,23 triliun atau bertumbuh 45 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total liabilitas tercatat Rp1,69 triliun atau membengkak 9,9 persen (y-o-y). Hingga akhir 2025, total aset DKFT mencapai Rp3,09 triliun atau meningkat 21,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp723,9 miliar alias mengalami kenaikan 39,8 persen dibandingkan akhir Desember 2024 yang senilai Rp517,87 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
