Laba Bersih AMRT di 2025 Naik 8,4% Jadi Rp3,41 Triliun, Kas Tercatat Menurun

amrt
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan laba bersih Rp3,41 triliun atau mengalami kenaikan 8,4 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp3,15 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan AMRT untuk yang berakhir periode 31 Desember 2025, emiten pemilik jaringan minimarket Alfamart ini mencatatkan pendapatan Rp126,74 triliun atau bertumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp118,23 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok pendapatan hanya meningkat 6,6 persen (year-on-year) menjadi Rp98,98 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 mengalami kenaikan 9,4 persen menjadi Rp27,76 triliun dari Rp25,37 triliun di sepanjang 2024.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten milik pengusaha ritel Djoko Susanto ini membukukan laba usaha Rp4,56 triliun atau melejit 11,9 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp4,39 triliun alias melompat 9,3 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 sebesar Rp4,01 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp826,49 miliar, maka laba tahun berjalan emiten milik mantan Komisaris PT Astra International Tbk (ASII), Jonathan Chang ini meningkat 10,5 persen (y-o-y) menjadi Rp3,56 triliun. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp3,41 triliun.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas Alfamart per 31 Desember 2025 tercatat Rp19,38 triliun alias bertumbuh 9,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp17,7 triliun. Hingga akhir 2025, Total liabilitas mencapai Rp23,2 triliun atau membengkak 9,9 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp20,55 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten di bawah kendali PT Sigmantara Alfindo ini sebesar Rp42,58 triliun meningkat 9,7 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp4,68 triliun alias merosot 3,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp4,85 triliun.

Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas tersebut terjadi di tengah penurunan arus kas operasi sebesar 4,8 persen menjadi Rp7,67 triliun dari Rp8,06 triliun pada 2024. Di saat yang sama, arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat 15 persen (y-o-y) menjadi Rp5,82 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top