
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan laba bersih USD50,01 juta atau melambung 104,9 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai USD24,41 juta.
Berdasarkan laporan keuangan BRMS untuk periode yang beakhir 31 Desember 2025, emiten di jaringan bisnis Bakrie Group ini mencatatkan penjualan USD249,35 juta atau melonjak 53,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD162,34 juta.
Sejalan dengan lonjakan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan BRMS ikut meningkat 32 persen (year-on-year) menjadi USD109,13 juta, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi USD140,22 juta alias melesat 76 persen dibandingkan setahun sebelumnya USD79,67 juta.
Pada Tahun Buku 2025, emiten yang terafiliasi dengan Salim Group ini mencatatkan beban usaha USD47,04 juta atau membengkak 27,6 persen (y-o-y). Dengan demikian, laba usaha pada tahun lalu menjadi USD93,18 juta atau melejit 117,7 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 senilai USD42,80 juta.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten milik pengusaha Garibaldi Thohir melalui TRIM ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar USD66,27 juta atau melesat 94,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai USD USD33,99 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD16,18 juta, maka laba neto tahun berjalan yang dicatatkan BRMS menjadi USD50,09 juta atau melambung 99,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba neto yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar USD50,01 juta.
Akibat adanya laba bersih USD50,01 juta tersebut, maka per 31 Desember 2025 defisit emiten tambang logam dan mineral ini tersisa USD710,46 juta atau menurun 6,6 persen. Hingga akhir 2025, ekuitas tercatat USD1,04 miliar atau bertumbuh 5 persen (y-o-y), namun liabilitas membengkak 65,8 persen (y-o-y) menjadi USD266,01 juta.
Per 31 Desember 2025, total aset BRMS mencapai USD1,31 miliar atau mengalami kenaikan 13,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tercatat USD40,44 juta alias melonjak 242,5 persen menjadi USD40,44 juta dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai USD11,8 juta. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
