Revenue Naik 44,8% di 2025, Laba Bersih CDIA Melesat 285 Jadi USD121,05 Juta

cdia
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mampu membukukan laba bersih mencapai USD121,05 juta atau melesat 285,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai USD31,42 juta.

Berdasarkan laporan keuangan CDIA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini mencatatkan pendapatan USD148,03 juta bertumbuh 44,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD102,25 juta.

Seiring dengan pertumbuhan revenue, beban pokok pendapatan tercatat hanya meningkat 22,7 persen (year-on-year) menjadi USD112,64 juta, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi USD35,39 juta alias melambung 238,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya USD10,47 juta.

Kinerja emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini juga ditopang pendapatan keuangan USD24,33 juta atau bertumbuh 18,4 persen (y-o-y), pendapatan lain-lain tercatat USD76,33 juta atau meroket 1.810,7 persen (y-o-y) dan ditambah lagi dengan bagian laba entitas asosiasi USD12,4 juta atau naik 5,1 persen (y-o-y).

Pada periode Januari-Desember 2025, perusahaan yang terafiliasi dengan Bangkok Bank Public Company Limited ini membukukan laba sebelum pajak sebesar USD132,06 juta melmelambung 286,1 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 senilai USD34,22 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD4,27 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan CDIA menjadi USD127,79 juta atau naik signifikan 281,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar USD121,05 juta.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas CDIA per 31 Desember 2025 tercatat USD1,14 miliar atau bertumbuh 51 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai USD752,18 juta. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar USD607,90 juta alias membengkak 85,1 persen dari USD328,36 juta per akhir 2024.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten infrastruktur listrik ini mencapai USD1,74 miliar alias meningkat signifikan 61,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD470,15 juta atau melonjak 160,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai USD180,24 juta. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top