Laba Bersih MAP (MAPI) di Sepanjang 2025 Tumbuh 26,2% Jadi Rp2,23 Triliun

mapi
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan laba bersih Rp2,23 triliun pada 2025 atau mengalami pertumbuhan 26,2 persen dibandingkan dengan capaian di tahun Buku 2024 yang senilai Rp1,77 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan MAPI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten ritel khusus pemegang brand MAP ini mencatatkan pendapatan Rp43,08 triliun atau meningkat 13,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp37,84 triliun.

Seiring dengan peningkatan omzet tersebut, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat meningkat 15,8 persen (year-on-year) menjadi Rp25,13 triliun, sehingga laba bruto MAPI di sepanjang 2025 menjadi Rp17,95 triliun alias bertumbuh 11,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp16,14 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Satya Mulia Gema Gemilang ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,54 triliun atau melejit 24,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp2,83 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp820,33 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan MAPI menjadi Rp2,72 triliun atau melompat 26,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp2,23 triliun.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas MAPI per 31 Desember 2025 tercatat Rp17,21 triliun atau meningkat 19,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp14,45 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp15,61 triliun alias membengkak 3,6 persen (y-o-y) yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp11,45 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang juga dimiliki PT Prudential Life Assurance ini mencapai Rp32,82 triliun atau mengalami kenaikan 11,2 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp5,04 triliun alias bertumbuh 24,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp4,04 triliun. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top