
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba bersih Rp2,12 triliun atau mengalami kenaikan tipis 0,6 persen dibandingkan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp2,11 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan MTEL untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ini mencatatkan pendapatan Rp9,53 triliun atau bertumbuh 2,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp9,31 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok pendapatan tercatat membengkak 4,9 persen (year-on-year) menjadi Rp4,73 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 hanya meningkat tipis 0,1 persen menjadi Rp4,81 triliun dari Rp4,8 triliun pada 2024.
Untuk sisi operasional, beban usaha emiten pemilik brand Mitratel ini tercatat meningkat 5 persen (y-o-y) menjadi Rp653,16 miliar, sehingga laba usaha untuk Tahun Buku 2025 menurun 0,6 persen menjadi Rp4,15 triliun dari Rp4,18 triliun pada Tahun Buku 2024.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten yang juga dimiliki Abu Dhabi Investment Authority ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp2,25 triliun alias lebih rendah 0,6 persen dibandingkan laba sebelum pajak penghasilan di periode Januari-Desember 2024 sebesar Rp2,26 triliun.
Dengan adanya beban pajak (neto) di 2025 sebesar Rp128,75 miliar, maka laba tahun bersih tahun berjalan yang dihimpun MTEL untuk Tahun Buku 2025 menjadi Rp2,12 triliun atau bertumbuh tipis 0,6 persen (y-o-y).
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas Mitratel per 31 Desember 2025 tercatat Rp33,35 triliun atau menurun 0,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp33,39 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp25 triliun atau meningkat 1 persen dari Rp24,75 triliun pada akhir 2024.
Per 31 Desember 2025, perusahaan yang sahamnya dimiliki pemerintah Singapura ini mencatatkan total aset Rp58,35 triliun atau lebih tinggi 0,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas neto sebesar Rp608,67 miliar alias bertumbuh 2 dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp596,55 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
