Jaga Rupiah & Bayar Utang, Cadev Per Maret 2026 Drop 2,44% Jadi USD148,2 Miliar

bi
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia hingga akhir Maret 2026 tercatat USD148,2 miliar, merosot USD3,7 miliar atau 2,44 persen dibandingkan posisi per akhir Februari 2026 yang mencapai USD151,9 miliar.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Rabu (8/4), penurunan cadev tersebut dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Dia mengungkapkan, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah tersebut sebagai respons BI terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. “Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut Ramdan mengatakan, posisi cadev itu masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” papar Ramdan. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top