Saham WBSA Melesat ke Batas ARA, Market Cap Melonjak Jadi Rp1,96 Triliun

bei5
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Saat memulai transaksi perdana di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) langsung melesat ke level Rp226 lembar dari harga penawaran Rp168 per saham, sehingga nilai kapitalisasi pasar (market cap) emiten logistik ini melonjak menjadi Rp1,96 triliun dari Rp1,46 triliun.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, Jumat (10/40, saham WBSA langsung bergerak ke posisi 226 atau melonjak 34,52 persen alias merangsek ke batas auto rejection atas (ARA). Nilai transaksi emiten yang tercatat di papan pengembangan ini terpantau Rp114 juta pada lima menit pertama transaksi, dengan volume transaksi sebanyak 505,2 ribu saham.

Saat pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2-8 April 2026, emiten di bawah kendali Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd ini melepas saham ke publik sebanyak 1,8 miliar bernilai nominal Rp40 per saham atau setara 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Harga penawaran umum pada aksi korporasi ini sebesar Rp168 per lembar, sehingga WBSA berhasil meraup uang masyarakat di pasar primer Rp302,4 miliar. Pelaksanaan IPO tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 386,86 kali. Perseroan menunjuk dua penjamin pelaksana emisi Efek, yakni PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.

Dengan posisi harga saham pada hari ini sebesar Rp226 per lembar, maka saat ini market cap emiten logistik ini menjadi Rp1,96 triliun dari Rp1,46 triliun sebelum memasuki pasar sekunder. Sekadar informasi, pemilik manfaat akhir (UBO) dari WBSA adalah Andree dan Edwin Wibowo melalui Tiga Beruang Kalifornia.

Menurut Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo peluang industri logistik nasional masih sangat besar, mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, serta tingginya aktivitas industri dan konsumsi domestik.

Dia mengatakan, kondisi tersebut mendorong kebutuhan yang besar terhadap layanan logistik multimoda yang terintegrasi. “Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” kata Edwin di Gedung BEI Jakarta, Jumat (10/4).

Dengan strategi ekspansi yang terarah, ujar Edwin, model bisnis WBSA yang terintegrasi dan dukungan infrastruktur dan adopsi teknologi, perseroan optimistis dapat menghadirkan pertumbuhan secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Rencananya, sebesar Rp215 miliar dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk mengambilalih saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) sebanyak 191.250 lembar saham atau setara dengan 99,99 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

Sementara itu, sisanya akan digunakan WBSA sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional, menjaga likuiditas usaha, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perseroan. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top