
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) membukukan laba bersih Rp97,16 miliar atau melonjak 495,6 persen dibandingkan dengan capaian Kuartal I-2026 yang hanya Rp16,32 miliar, dengan kinerja yang didukung valuasi aset, efisiensi operasional dan pendapatan non-operasional.
Berdasarkan laporan keuangan RISE untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten properti milik konglomerat Hermanto Tanoko ini mencatatkan pendapatan Rp173,11 miliar atau bertumbuh 36,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp127,06 miliar.
Di tengah pertumbuhan revenue tersebut, beban pokok pendapatan emiten pemilik brand Tanrise ini justru menurun 8,5 persen (year-on-year) menjadi Rp70,44 miliar, sehingga mendorong laba bruto di Kuartal I-2026 meningkat 105,1 persen menjadi Rp102,67 miliar dari Rp50,07 miliar pada Kuartal I-2025.
Pada periode Januari-Maret 2026, total beban usaha juga berhasil ditekan 11,8 persen menjadi Rp26,05 miliar dari Rp29,54 miliar pada periode yang sama di 2025. Efisiensi ini mengatrol laba usaha menjadi Rp76,61 miliar alias melejit 273,2 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 yang senilai Rp20,52 miliar.
Selain kinerja operasional, emiten di bawah kendali PT Tancorp Global Sentosa ini mencatatkan kontribusi dari pos non-operasional, antara lain penyesuaian nilai wajar properti investasi yang mencapai Rp35,13 miliar dan pendapatan dividen Rp7,56 miliar. Sayangnya, perseroan mencatatkan beban lain-lain (neto) sebesar Rp12,94 miliar, yang antara lain dipengaruhi kerugian atas selisih portofolio Efek (neto) mencapai Rp20,34 miliar.
Selama tiga bulan pertama di 2026, emiten yang berada di dalam jaringan bisnis Tancorp Group ini membukukan laba sebelum manfaat pajak penghasilan Rp94,99 miliar atau mengalami peningkatan signifikan hingga 424,5 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2025 yang senilai Rp18,11 miliar.
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp741,06 juta, maka laba tahun berjalan RISE menjadi Rp95,73 miliar atau melonjak 428,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik perusahaan di Kuartal I-2026 sebesar Rp97,16 miliar.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas Tanrise per 31 Maret 2026 tercatat Rp3,39 triliun atau bertumbuh 2,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp3,29 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai Rp775,72 miliar atau membengkak 3,8 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp649,22 miliar.
Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang juga milik PT Tiara Damai Samudra ini mencapai Rp4,16 triliun atau meningkat 3,1 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp194,24 miliar alias meningkat 23,4 persen (y-t-d). Kenaikan kas yang jauh lebih rendah dari peningkatan laba bersih, sekaligus mencerminkan bahwa laba tidak sepenuhnya dikonversi menjadi kas. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
