
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Indointernet Tbk (EDGE) membukukan laba bersih Rp120,86 miliar atau anjlok 47,9 persen (year-on-year) di tengah rencana go private alias delisting saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kondisi likuiditas yang menguat signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan EDGE untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali Digital Edge (Hong Kong) Ltd dengan kempemilikan 59,1 persen ini mencatatkan pendapatan bersih Rp842,12 miliar atau melorot 17,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 mencapai Rp1,02 triliun.
Seiring dengan penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan emiten pemilik brand Indonet ini tercatat menurun 25,6 persen (y-o-y) menjadi Rp441,69 miliar. Dengan demikian, laba bruto di Tahun Buku 2025 menjadi Rp400,42 miliar atau menurun 5,3 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp422,91 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten yang sahamnya dimiliki UOB Kay Hian Hong Kong Ltd sebesar 7,5 persen ini mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan Rp145,73 miliar atau tersungkur 47,3 persen (y-o-y). Per 15 April 2025 jumlah saham Digital Edge (HK) SPVI Limited di EDGE sebesar 33 persen, sehingga sebesar 99,6 persen saham Indonet hanya dikuasai tiga pihak.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp24,93 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan EDGE menjadi Rp120,8 miliar atau ambles 48 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 senilai Rp120,86 miliar atau anjlok 47,9 persen dibandingkan laba bersih 2024 yang sebesar Rp232,08 miliar.
Sekadar informasi, pada 22 April 2026 perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di La Seine Hall, Cyber 2 Tower, Jakarta Selatan. Pada RUPS ini EDGE akan meminta persetujuan atas rencana go private alias delisting.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas EDGE per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,83 triliun atau bertumbuh 7,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp1,71 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp3,63 triliun atau membengkak 101,1 persen .
Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan data center ini sebesar Rp5,46 triliun atau meningkat 55,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas mencapai Rp485,73 miliar atau melesat 76,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp275,31 miliar.
Hingga akhir 2025, piutang usaha EDGE tercatat Rp236,36 miliar atau meningkat 35,1 persen dibandingkan dengan akhir 2024 senilai Rp174,9 miliar. Sementara itu, jumlah aset lancar per 31 Desember 2025 mencapai Rp902,61 miliar alias melejit 44,8 persen (y-o-y), sekaligus mencerminkan penguatan likuiditas EDGE. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
