
RollingStock.ID – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berencana membayarkan dividen tunai final sebesar Rp170 per saham, sehingga jatah untuk investor publik yang harus disisihkan perseroan sebesar Rp163,87 miliar.
Penetapan nilai dividen final tersebut setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) AUTO yang digelar di Jakarta, Jumat (17/4) menyetujui total dividen untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,1 triliun atau setara dengan Rp229 per saham.
Seperti diketahui, sebelumnya emiten otomotif dan komponen otomotif ini telah membagikan dividen interim senilai Rp59 per saham atau setara dengan Rp284,36 miliar, yang sudah didistribusikan ke para pemegang pada 24 Oktober 2025.
Dengan sisa dividen yang belum dibayarkan alias dividen final senilai Rp170 per saham, maka PT Astra International Tbk (ASII) sebagai induk usaha berhak menerima Rp665,48 miliar, sedangkan sisanya Rp163,87 miliar menjadi hak investor publik.
Patut diingat, cum dividen final di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 27 April 2026 (cum date), sedangkan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 April 2026. Adapun cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026.
Pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen adalah investor yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) AUTO pada 29 April 2026 pukul 16.15 WIB (recording date). Sementara itu, dividen tunai final akan ditransfer ke masing-masing rekening pemegang saham pada 18 Mei 2026.
RUPS juga menyetujui sisa laba bersih Tahun Buku 2025 yang belum ditetapkan penggunaannya akan dibukukan sebagai laba ditahan AUTO. Perseroan tidak menetapkan cadangan khusus, mengingat jumlah minimal cadangan khusus yang dipersyaratan dalam pasal 70 UU PT telah terpenuhi. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
