
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan rugi bersih USD46,48 juta atau menyusut 39,2 persen (year-on-year), sehingga defisit per 31 Maret 2025 tercatat USD3,88 miliar atau meningkat 1,2 persen (year-to-date).
Berdasarkan laporan keuangan GIAA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, maskapai BUMN di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini mencatatkan total pendapatan usaha USD762,35 juta atau bertumbuh 5,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD723,56 juta.
Pada periode Januari-Maret 2026, total beban usaha sebesar USD713,22 juta atau menurun 0,7 persen (y-o-y), sedangkan beban usaha lainnya (neto) tercatat USD96,85 juta atau membengkak 3,1 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 sebesar USD93,94 juta.
Pada kuartal pertama di 2025, emiten milik pengusaha Chairul Tanjung melalui PT Trans Airways ini mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar USD47,72 juta atau menurun 46,2 persen dibandingkan dengan rugi sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2025 sebesar USD88,74 juta.
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 1Q26 sebesar USD6,1 juta, maka rugi bersih periode berjalan yang dicatatkan GIAA menjadi USD41,62 juta lebih rendah 45,2 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai USD46,48 juta atau menyusut 39,2 persen dari rugi bersih di 1Q25 sebesar USD76,49 juta.
Akibat adanya rugi bersih USD46,48 juta tersebut, maka per 31 Maret 2026 jumlah akumulasi rugi (defisit) yang belum dicadangkan menjadi USD3,88 miliar atau meningkat 1,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD3,83 miliar. Sekadar mengingatkan, akumulasi rugi GIAA sebesar USD1,39 juta pada 1 Januari 2012 telah dihapus melalui kuasi reorganisasi.
Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas Garuda tercatat USD68,25 juta atau menurun 25,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD91,91 juta. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai USD7,44 miliar atau meningkat 1,3 persen (y-t-d).
Sampai akhir Kuartal I-2026, total aset perseroan sebesar USD7,51 miliar atau lebih tinggi 1 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD857,5 juta atau merosot 9,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar USD943,4 juta. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
