Tergerus Kenaikan Beban, Laba Bersih DCCI di 1Q26 Turun 9,8% Jadi Rp377,76 Miliar

toto sugiri
Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), Otto Toto Sugiri – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan laba bersih Rp377,76 miliar atau mengalami penurunan 9,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp418,85 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan DCII untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, perusahaan milik pengusaha Otto Toto Sugiri ini mencatatkan pendapatan Rp858,1 miliar atau bertumbuh 10,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 senilai Rp773,55 miliar.

Sayangnya, beban pokok pendapatan emiten data center ini tercatat melonjak 46,8 persen (year-on-year) menjadi Rp372,57 miliar, sehingga laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp485,53 miliar atau merosot 6,6 persen dari Rp519,69 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Pada periode Januari-Maret 2026, laba usaha DCII juga tercatat menurun 9,6 persen (y-o-y) menjadi Rp449,02 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp419,96 miliar atau menyusut 12 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 yang sebesar Rp476,99 miliar.

Dengan adanya beban pajak (neto) di Kuartal I-2026 sebesar Rp41,64 miliar, maka laba periode berjalan DCII menjadi Rp377,89 miliar atau merosot 9,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk selama tiga bulan pertama di 2026 sebesar Rp377,76 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas perseroan per 31 Maret 2026 tercatat Rp4,38 triliun atau bertumbuh 9,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp4,01 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas tercatat membengkak 8,9 persen (year-to-date) menjadi Rp2,88 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang berada di jaringan bisnis Salim Group ini mencapai Rp7,26 triliun atau mengalami kenaikan 9,2 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas relatif stabil di posisi Rp255,83 miliar dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp255,78 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top