Bottom Line PGN (PGAS) Ditopang Efisiensi Saat Pendapatan Tertekan di Awal 2026

pgas
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN membukukan laba bersih USD90,45 juta atau melonjak 45,9 persen (year-on-year), kendati pendapatan mengalami penurunan 3,8 persen (y-o-y).

Berdasarkan laporan keuangan PGAS untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Pertamina (Persero) ini mencatatkan pendapatan USD929,56 juta atau merosot 3,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD966,56 juta.

Seiring dengan adanya penurunan kinerja di area top line tersebut, beban pokok pendapatan tercatat bisa ditekan hingga 6,6 persen (y-o-y) menjadi USD771,59 juta. Dengan demikian, laba bruto di 1Q26 menjadi USD157,97 juta atau meningkat 12,3 persen dibandingkan 1Q25 yang senilai USD140,61 juta.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Panin Sekuritas ini membukukan laba operasi USD117,65 juta alias bertumbuh 11,1 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2026 sebesar USD136,27 juta atau melompat 29,3 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak di Kuartal I-2026 sebesar USD14,42 juta, maka laba periode berjalan PGN menjadi USD121,84 juta atau melejit 35,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilk entitas induk di 1Q26 sebesar USD90,45 juta alias melonjak 45,9 persen dibandingkan kinerja bottom line 1Q25 yang hanya mencatatkan laba bersih USD62,02 juta.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas PGAS per 31 Maret 2026 tercatat USD3,73 miliar atau bertumbuh 3,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang senilai USD3,61 miliar. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar USD2,47 miliar atau menurun 5,7 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang juga milik Petronas ini sebesar USD6,2 miliar atau menurun 0,5 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas USD1,36 miliar alias mengalami kenaikan 1,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 senilai USD1,34 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top