Lanjut Merugi di Kuartal I 2026, Defisit Waskita (WSKT) Bengkak Jadi Rp20,9 Triliun

wskt
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatatkan rugi bersih Rp678,03 miliar atau menurun 45,6 persen dibandingkan dengan rugi bersih di Kuartal I-2025 yang mencapai Rp1,25 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan WSKT untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini membukukan pendapatan usaha Rp2,09 triliun atau bertumbuh 54,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp1,35 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan di Kuartal I-2026 tercatat membengkak 74,9 persen (year-on-year) menjadi Rp1,92 triliun, sehingga laba bruto WSKT menjadi Rp175,06 miliar atau melorot 31,4 persen dibandingkan Kuartal I-2025 yang sebesar Rp255,29 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, WSKT mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp775,32 miliar atau membaik 43 persen dibandingkan dengan rugi sebelum pajak di periode Januari-Maret 2025 yang mencapai Rp1,36 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp3,53 miliar, maka rugi periode berjalan WSKT menjadi Rp778,85 miliar atau menurun 42,9 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi yang diatribusikan ke pemilik perusahaan di Kuartal I-2026 sebesar Rp678,03 miliar alias menurun 45,6 persen (y-o-y).

Akibat adanya rugi bersih Rp678,03 miliar, maka per 31 Maret 2026 jumlah defisit yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp20,9 triliun atau membengkak dibandingkan akumulasi kerugian per 31 Desember 2025 sebesar Rp20,22 triliun.

Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas emiten BUMN Karya ini tercatat Rp2,94 triliun atau tersungkur 19,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp3,67 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp65,95 triliun atau menurun 1,7 persen (year-to-date).

Hingga akhir Kuartal I-2026, total aset Waskita Karya tercatat Rp68,89 triliun atau menurun 2,6 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp3,05 triliun atau anjlok 30,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp4,41 triliun.

Apabila mengacu pada cash flow WSKT di periode Januari-Maret 2026, penurunan tersebut terutama dipicu arus kas operasi yang negatif mencapai Rp925,78 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp259,47 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top