Laba AKRA di 1Q26 Naik 16,2% Jadi Rp656,49 Miliar, Tapi Margin dan Arus Kas Tertekan

akra
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama di 2026, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih Rp656,49 miliar atau meningkat dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp565,21 miliar. Namun sejumlah indikator fundamental tercatat tetap memiliki tekanan yang patut dicermati investor.

Berdasarkan laporan keuangan AKRA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Arthakencana Rayatama ini mencatatkan total pendapatan Rp12,94 triliun atau melonjak 26,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp10,26 triliun.

Pertumbuhan pendapatan AKRA terbilang tidak diikuti ekspansi margin, dengan gross margin menurun dari sebesar 9 persen menjadi 8,5 persen dan operating margin melemah ke angka 6,4 persen, mencerminkan tekanan ringan akibat kenaikan beban pokok yang hampir sebanding dengan revenue.

Seiring dengan peningkatan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan dan pendapatan turut meningkat 26,9 persen (year-on-year) menjadi Rp11,84 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp1,11 triliun atau lebih tinggi 19,3 persen (y-o-y).

Pada Kuartal I-2026, laba usaha AKRA tercatat Rp825,65 miliar atau bertumbuh 20,4 persen (y-o-y). Komponen pendukung berasal dari laba selisih kurs Rp5,85 miliar dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp9,46 miliar alias melonjak 271,7 persen (y-o-y), sehingga belum sepenuhnya mencerminkan penguatan bisnis inti.

Selama periode Januari-Maret 2026, distributor BBM dan bahan kimia ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan Rp876,76 miliar atau meningkat 20,3 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2025 yang sebesar Rp728,58 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di Kuartal I-2026 sebesar Rp116,51 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan AKRA menjadi Rp760,25 miliar atau melejit 25,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 1Q26 sebesar Rp656,49 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas per 31 Maret 2026 tercatat Rp16,19 triliun atau meningkat 3,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp15,61 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas tercatat Rp20,88 triliun atau menurun 0,4 persen (y-t-d), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp16,07 triliun.

Pada liabilitas jangka pendek itu terdapat utang usaha pihak ketiga yang mencapai Rp12,38 triliun, mencerminkan tingginya ketergantungan pada pembiayaan dari pemasok. Selain itu, utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun tercatat Rp1,53 triliun atau membengkak 29 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang senilai Rp1,18 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset AKRA mencapai Rp37,06 triliun atau mengalami kenaikan 1,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp7,28 triliun atau meningkat 13,7 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp6,4 triliun.

Pada laporan arus kas, pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya mencapai Rp1,19 triliun dalam periode tiga bulan pertama di 2026. Nilai ini jauh melampaui beban pajak yang diakui dalam laporan laba rugi senilai Rp116 miliar, sehingga  mengindikasikan adanya perbedaan timing atau kewajiban pajak periode sebelumnya yang dibayarkan pada awal tahun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top