
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan laba bersih Rp85,78 miliar atau meningkat 42,3 persen (year-on-year), namun demikian sejumlah indikator menunjukkan kualitas pertumbuhan yang patut dicermati investor.
Berdasarkan laporan keuangan ARTO untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, bank milik pengusaha Jerry Ng dan Patrick Walujo ini ini membukukan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp727,31 miliar atau bertumbuh 23 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp591,48 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya ekspansi earning asset, namun dibayangi tekanan biaya dana. Hal ini terlihat dari beban bunga yang membengkak 31,3 persen (y-o-y) menjadi Rp255,98 miliar, sehingga mengindikasikan kenaikan cost of fund yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII.
Pada Kuartal I-2026, bank di bawah kendali PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan Wealth Track Technology Ltd ini mencatatkan total beban operasional lainnya mencapai Rp752,09 miliar atau meningkat 22,9 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp611,96 miliar.
Selain itu tekanan juga terlihat dari sisi kualitas aset, yang ditunjukkan pada pos beban penyisihan penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp273,66 miliar alias melonjak 22,2 persen (y-o-y). Kondisi seperti bisa dianggap bahwa pertumbuhan kredit masih dibayangi risiko kredit yang cukup signifikan.
Per 31 Maret 2026, total penyaluran kredit (neto) tercatat Rp24,55 triliun atau mengalami kenaikan 3,2 persen dibandingkan per 3 Desember 2025 sebesar Rp23,79 triliun. Dari sisi pendanaan, total liabilitas meningkat 10,6 persen (y-t-d) menjadi Rp30,29 triliun.
Kenaikan liabilitas tersebut antara lain didorong munculnya pinjaman yang diterima Bank Jago sebesar Rp1,69 triliun, sedangkan deposito berjangka mengalami penurunan 4,2 persen (y-t-d) menjadi Rp12,22 triliun dari Rp12,75 triliun.
Hingga akhir Kuartal I-2026, kas dan setara kas yang dicatatkan ARTO sebesar Rp5,76 triliun atau meningkat 12,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 senilai Rp5,13 triliun. Tetapi, terdapat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi mencapai Rp2,04 triliun atau melebar 210,9 persen (y-o-y).
Per 31 Maret 2026, total aset Bank Jago mencapai Rp39,53 triliun atau meningkat 8,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp36,51 triliun. Jumlah ekuitas hingga akhir Kuartal I-2026 sebesar Rp8,92 triliun atau bertumbuh 1 persen (y-t-d), sedangkan aset tak berwujud tercatat Rp2,46 triliun atau bertumbuh 6,1 persen (y-t-d). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
