Kinerja Operasi & Efisiensi di 1Q26 Lambungkan Laba Bersih PANI Hingga 1.066,7%

pani
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pada Kuartal I-2026, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan laba bersih Rp578,34 miliar atau melambung 1.066,7 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang hanya Rp49,58 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan PANI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, pendapatan bersih emiten kongsian dua konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan dan Anthony Salim ini mencapai Rp1,11 triliun atau melonjak 81,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp611,97 miliar.

Di tengah lonjakan revenue tersebut, beban pokok pendapatan yang dicatatkan emiten di bawah kendali PT Multi Artha Pratama ini hanya meningkat 16,6 persen (year-on-year) menjadi Rp312,53 miliar. Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp798,38 miliar atau melesat 132,1 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp343,98 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten properti pemilik merek dagang PIK 2 Development ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp662,58 miliar atau mengalami kenaikan signifikan 309,5 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Januari-Maret 2025 yang sebesar Rp161,79 miliar.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp68,54 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan PANI menjadi Rp662,64 miliar atau melejit 309,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp578,34 miliar atau melambung 1.066,7 persen.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas PANI per 31 Maret 2026 tercatat Rp32,21 triliun atau bertumbuh 1,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp31,66 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas Rp18,21 triliun atau bisa ditekan 3,8 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp14,92 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset milik perusahaan milik Agung Sedayu Group dan Salim Group ini relatif stabil di angka Rp50,41 triliun atau menurun tipis 0,3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp3,18 triliun alias melorot 17,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp3,84 triliun. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top