Jelang Diakuisisi Perusahaan Singapura, Kinerja Keuangan SPRE di 1Q26 Jeblok

spre
PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) – (Foto: Istimewa)

RolingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) hanya membukukan laba bersih Rp207,63 juta atau anjlok 59,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp516,01 juta, seiring melemahnya penjualan dan margin usaha yang tergerus.

Berdasarkan laporan keuangan SPRE untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten pedagang sprei milik pengusaha Rizet Ramawi ini mencatatkan penjualan bersih Rp10,96 miliar atau merosot 3,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 mencapai Rp11,37 miliar.

Sekadar mengingatkan, pada awal tahun ini perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte Ltd sempat menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa pihaknya akan mengakuisisi seluruh saham milik Rizet Ramawi yang merupakan pemegang saham pengendali (PSP) SPRE.

Di tengah penurunan omzet SPRE di Kuartal I-2026, beban pokok penjualan cuma bisa ditekan 1 persen (year-on-year) menjadi Rp6,86 miliar. Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama di 2026 menjadi Rp4,1 miliar alias melorot 7,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp4,44 miliar.

Pada kurun Januari-Maret 2026, laba usaha SPRE tercatat Rp368,94 juta atau anjlok 48,1 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp317,23 juta atau ambles 49,9 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 sebesar Rp633,07 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp109,60 juta, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan emiten milik investor individu Moch Adhi Pamungkas dan Yanyan Nuruss Sopyan ini menjadi Rp207,63 juta, mencerminkan penurunan signifikan secara tahunan.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas SPRE per 31 Maret 2026 sebesar Rp49,93 miliar atau meningkat tipis 0,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp49,74 miliar. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai Rp6,19 miliar atau bisa ditekan 2,9 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp4,37 miliar.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki investor individu Mustofa Romdloni dan Samson Jefferson ini tercatat Rp56,12 miliar alias relatif stabil secara year-to-date. Jumlah kas dan bank sebesar Rp2,59 miliar atau bertumbuh 6,6 persen (y-t-d) dan perseroan mencatatkan persedian sebesar Rp42,41 miliar atau meningkat 0,5 persen (y-t-d). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top