Tertekan Koreksi Omzet & Lonjakan Beban, Laba Bersih ASII di 1Q26 Anjlok 15,6%

asii
PT Astra International Tbk (ASII) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp5,85 triliun atau anjlok 15,6 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp6,93 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan ASII untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Jardine Cycle & Carriage Limited ini mencatatkan pendapatan bersih Rp78,67 triliun atau merosot 5,6 persen dibandingkan tiga bulan pertama di 2025 yang mencapai Rp83,36 triliun.

Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan pun ikut menurun 4,7 persen (year-on-year) menjadi Rp63,17 triliun. Dengan demikian, laba bruto Astra di Kuartal I-2026 melorot 9,2 persen menjadi Rp15,49 triliun dari Rp17,06 triliun pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, ASII membukukan laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp8,07 triliun atau terperosok 24,2 persen (y-o-y). Penurunan ini terutama diakibatkan adanya tambahan tekanan dari kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 23,4 persen (y-o-y) menjadi Rp6,02 triliun, serta peningkatan beban penjualan sebesar 6,7 persen (y-o-y) menjadi Rp3,17 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp1,65 triliun, maka laba periode berjalan ASII menjadi Rp6,42 triliun atau tersungkur 24,9 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai Rp5,85 triliun alias anjlok 15,6 persen (y-o-y).

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas ASII per 31 Maret 2026 tercatat Rp293,12 triliun atau bertumbuh 0,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp290,81 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai Rp224,68 triliun atau membengkak 3,8 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp155,23 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki Toyota Motor Corporation ini tercatat Rp517,8 triliun atau mengalami kenaikan 2,1 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp49,05 triliun alias menurun 6,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp52,62 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top