AMMN Berbalik Untung di Kuartal I-2026, Terkatrol Kinerja Cemerlang AMNT

ammn
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – (Foto: IStimewa)

RollingStock.ID – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan turnaround kinerja pada Kuartal I-2026, seiring dengan normalisasi produksi pada entitas anaknya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Dengan demikian, AMMN membukukan laba bersih USD160,17 juta atau berbanding terbalik dengan Kuartal I-2025 yang menderita rugi bersih USD138,76 juta.

Berdasarkan laporan keuangan AMMN untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, seluruh nilai penjualan (konsolidasian) berasal dari AMNT, sehingga pemulihan produksi dan pengiriman dari tambang Batu Hijau menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan kinerja di Kuartal I-2026.

Selama tiga bulan pertama di 2026, emiten pertambangan emas dan tembaga ini berhasil meraih penjualan bersih mencapai USD807,91 juta atau melambung dibandingkan Kuartal I-2025 yang hanya senilai USD2,12 juta.

Sejalan dengan peningkatan aktivitas, beban pokok penjualan ikut meningkat 682 persen (year-on-year) menjadi USD465,57 juta,. Dengan demikian, emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Kemilau Investama Makmur dan PT Kemilau Sinar Lestari ini mencatatkan laba kotor di Kuartal I-2026 sebesar USD342,35 juta atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang mengalami rugi bruto USD57,39 juta.

Pada periode Januari-Maret 2026, jumlah beban operasional tercatat USD27,93 juta atau bisa ditekan 38,4 persen (y-o-y), yang pada giliran mendorong laba operasional AMMN mencapai USD314,42 juta alias berbanding terbalik dengan periode Januari-Maret 2025 yang menderita rugi operasional USD102,74 juta.

Sepanjang Kuartal I-2026, emiten yang sahamnya dimiliki PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar 20,9 persen ini berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar USD218,6 juta atau berbalik dari rugi sebelum pajak di periode Januari-Maret 2025 yang sebesar USD174,93 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar USD41,19 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan AMMN mencapai USD162,61 juta dari sebelumnya mencatatkan rugi periode berjalan USD137,63 juta. Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar USD160,17 juta.

Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas AMMN per 31 Maret 2026 tercatat USD5,58 miliar atau bertumbuh 2,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD5,43 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar USD8,43 miliar atau menurun tipis 0,1 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai USD14,01 miliar atau meningkat 1 persen (y-t-d), dengan kas dan setara kas sebesar USD814,57 juta atau melonjak 20,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 senilai USD676,83 juta. Peningkatan kas ini mencerminkan perbaikan likuiditas yang dipicu peningkatan arus kas operasional dari kinerja AMNT sebagai pengelola tambang Batu Hijau di Sumbawa.

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top