
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) hanya membukukan laba bersih Rp518,31 miliar atau melorot 21,5 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang sebesar Rp660,41 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan CTRA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Sang Pelopor ini mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,56 triliun atau menurun 6,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 mencapai Rp2,73 triliun.
Di tengah penurunan omzet tersebut, beban pokok penjualan dan beban langsung emiten milik PT Arenabina Makarticitra ini justru membengkak 2,8 persen (year-on-year) menjadi Rp1,37 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 merosot 15 persen menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,40 triliun pada Kuartal I-2025.
Pada periode Januari-Maret 2025, emiten properti dan real estate ini membukukan laba usaha Rp727,78 miliar alias anjlok 22,2 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp621,7 miliar atau terperosok 16,4 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 sebesar Rp743,8 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp4,68 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan CTRA menjadi Rp549,31 miliar atau tersungkur 17,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp518,31 miliar atau melorot 21,5 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas CTRA per 31 Maret 2026 tercatat Rp27,46 triliun atau bertumbuh 2 dibandingkan per 3 Desember 2025 senilai Rp26,92 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp18,34 triliun atau bisa ditekan 13 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp11,21 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Yimmy Stephanoes ini mencapai Rp45,81 triliun atau menurun 4,5 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp8,25 triliun atau merosot 20,4 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp10,36 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
